grouting beton

Grouting Beton Penjelasan, jenis2, dan Jasa Terbaik

Grouting beton adalah metode perbaikan beton khususnya untuk beton yang mengalami pengeroposan. Pekerjaan ini di lakukan dengan cara memasukan bahan material yang masih dalam keadaan cair untuk perbaikan tanah, dengan cara tekanan, sehingga bahan tersebut akan mengisi semua retak-retak dan lubang-lubang. Kemudian setelah beberapa saat bahan tersebut akan mengeras, dan menjadi satu kesatuan dengan tanah yang ada.

Teknik grouting di lakukan dengan cara meng injeksi kan bahan grouting (semen) ke dalam lubang hasil mesin bor atau retakan suatu konstruksi/tanah/batuan yang tidak stabil. Dengan begitu pori-pori konstruksi/tanah/batuan akan terisi dengan bahan grouting. Pengisian pori-pori tanah dengan bahan grouting akan membatasi daya serap air dalam tanah (permeabilitas) dan memperbaiki faktor-faktor kompresibilitas dan kekuatan tanah.

 

Tujuan Grouting Beton :

  1. Untuk memperkuat formasi dari lapisan tanah dan sekaligus menjadikan lapisan tanah tersebut menjadi padat, sehingga mampu untuk mendukung beban bangunan yang direncanakan.Seperti sudah dijelaskan di atas tanah selalu mempunyai lubang-lubang,retak-retak,celah-celah.Rongga ini harus diisi dengan bahan pengisi yang kuat, sehingga lapisan tanah dibawah rencana bangunan akan menjadi bagian dari pondasi yang kuat.
  2. Untuk menahan aliran air, misalnya pada bangunan dam, agar air tidak mengalir melalui bawah bangunan dam.Air yang mengalir di bawah bangunan dam secara bertahun-tahun akan membawa partikel tanah, yang akan mengakibatkan terjadinya rongga-rongga di bawah bangunan, dan hal ini dapat membahayakan kestabilan dam tersebut.grouting pada dam ini biasa disebut Tirai sementasi , tujuan tirai sementasi ini untuk menghambat laju air, sehingga aliran air semakin panjang, karena aliran semakin panjang maka air akan mengalami kehilangan energi.
  3. Untuk menahan aliran air tanah agar tidak masuk ke dalam suatu kegiatan bangunan yang sedang berjalan.Bangunan di bawah permukaan tanah apabila lokasi nya dibawah permukaan air tanah, akan selalu terganggu oleh adanya air tanah yang masuk dari dinding galian.Namun biasanya masih dapat diatasi dengan pompa.

 

Jenis – Jenis Grouting :

Grouting dapat dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu:

  1. Permeation Grouting atau Sementasi Penembusan
    Disebut juga penetration grouting merupakan pengisian retakan, rekahan atau kerusakan pada batuan, dan rongga pada sistem pori-pori tanah dengan tanpa merubah formasi serta konfigurasi maupun volume rongga. Grouting jenis ini dapat meningkatkan kohesi tanah.
  2. Compaction Grouting atau Sementasi Pemadatan
    Merupakan mekanisme perbaikan tanah yang dilakukan dengan cara menginjeksi material grouting sangat kaku (stiff) pada tekanan tinggi ke dalam tanah. Grouting jenis ini ditujukan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Grouting dengan metode pemadatan ini tidak serta merta dapat sepenuhnya mencegah terjadinya rembesan. Akan tetapi, grouting jenis ini mampu meningkatkan beban tanah karena tanah telah mengalami pemadatan.
  3. Fracture Grouting atau Sementasi Rekahan
    Dilakukan pada rekahan hidrolik yang terdapat pada tanah dengan fluida suspensi atau material grouting slurry. Grouting ini bertujuan untuk menghasilkan hubungan antar lensa grouting dan memberikan penguatan kembali (reinforcement). Umumnya fracture grouting digunakan pada tanah dengan permeabilitas rendah, misalnya pada tanah lempung.
  4. Mixing / Jet Grouting atau Sementasi Campuran
    Sesuai dengan namanya, grouting jet ini dilakukan dengan memadukan dua perlakukan, yaitu mengikis tanah menggunakan jet bertekanan tinggi dan dilakukan injeksi serentak ke dalam tanah yang terganggu dengan jet monitor. Grouting tipe ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyemenan di sekeliling tiang atau pondasi.
  5. Fill Grouting atau Sementasi Isi
    Dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus yang diberi campuran concrete atau mortar. Rongga atau retakan yang dihasilkan secara alami maupun buatan akan dilakukan pengisian bahan grouting dan kemudian dilakukan penutupan.
  6. Vacuum Grouting atau Sementasi Vakum
    Teknik sementasi dengan cara menyedot material grouting untuk masuk ke dalam bagian yang mengalami kerusakan. Sebelumnya kerusakan tersebut harus diisolasi dari tekanan barometrik terlebih dahulu, sehingga dengan kondisi yang vakum, material grouting akan tersedot dengan aman dan lancar untuk masuk atau tertarik ke dalam kerusakan tersebut.

 

Jenis Material yang umum digunakan :

  • Bahan semen grouting atau semen berbasis grouting
  • Epoxy Resin Grout atau bahan grouting resin epoksi
  • Polyurethane Grout atau bahan grouting berbahan dasar polyurethane
  • dan lain-lain

Pemilihan bahan sangat penting dalam pelaksanaan pekerjaan grouting ini, dan pemilihan bahan dihitung berdasarkan fungsi dan kondisi lapangan kerja dan lokasi.
contoh:

  • Untuk mengisi celah alas alas atau pelat beton pracetak dapat menggunakan bahan semen yang semen dan metode yang dapat digunakan adalah baik secara langsung di tuangkan atau dengan bantuan pompa untuk buah ara yang sulit dijangkau
  • Untuk mengisi celah retakan pada beton diperlukan bahan yang memiliki viskositas rendah dengan kualitas tinggi yaitu resin epoksi dengan metode injeksi tekanan lambat dan rendah
  • Atau dalam hal perbaikan kebocoran menggunakan bahan poliuretan menggunakan metode High Pressure Injection Grout
  • dan banyak contoh lainnya

 

Jasa Injeksi Grouting Beton Terbaik

Monomer Group adalah pilihan yang tepat sebagai Jasa Aplikator Terpercaya. Karena selain anda akan mendapatkan harga yang terjangkau, tentunya dapatkan juga material dengan kualitas terbaik.

Kami telah bergelut selama bertahun – tahun dalam bidang Perbaikan Beton dan sudah mengerjakan banyak project di Indonesia. Kami merupakan tenaga ahli yang berpengalaman, disiplin, profesional, juga berani bertanggung jawab atas pekerjaan kami.

Untuk berkonsultasi lebih lengkap mengenai Injeksi grouting beton, Silahkan Hubungi Kami. Team ahli kami siap mebantu anda dan akan memberikan penawaran yang terbaik.

jasa stabilisasi tanah

Jasa Stabilisasi Tanah Sebelum Pembangunan Jalan Terbaik #1

Jasa Stabilisasi Tanah

Kondisi kontur tanah dari satu daerah dengan daerah yang lainnya tentu akan sangat berbeda.  Hal ini nantinya dapat menyebabkan kuwalitas jalan yang hendak dibangun di atas tanah tersebut.  Oleh karena itu, stabilisasi tanah amat penting sebelum pembangunan jalan dilakukan.  Karena, pada proses pengerasan jalan raya, kondisi tanah perlu memiliki spesifikasi yang baik, seperti tanah yang hendak dibangun harus keras, kokoh, dan kuat.  Proses stabilisasi tanah sendiri membutuhkan proses yang harus dilewati dan dibedakan menjadi empat metode, yakni penggantian tanah asli, perbaikan gradasi butiran, stabilisasi dengan bahan kimia, hingga stabilitasi dengan pemadatan.  Meskipun prosesnya berbeda, namun hasil akhir yang diharapkan tetap sama, yakni kekuatan dan kuwalitas lapisan tanah yang terbaik agar kelak jalan yang dibangun di atas tanah tersebut memiliki kuwalitas yang terbaik.

Metode Jasa Stabilisasi Tanah

Dalam proses stabilisasi tanah, terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan dalam proses melakukan stabilisasi tanah tersebut.  Metode – metode stabilisasi tanah tersebut di antaranya adalah:

1.Stabilisasi mekanis

Proses mekanis dalam proses pentingnya stabilisasi tanah merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk dilakukan.  Dalam proses mekanis, tanah yang hendak dilakukan proses stabilisasi akan dilihat daya dukung tanahnya.  Sehingga, tanah tersebut nantinya mampu menopang deformasi muatan.  Stabilisasi mekanis juga memperhatikan sifat tanah tersebut.  Apakah tanah tersebut memiki pergeseran antar butir serta daya ikat bagian tanah yang halus ataukah tanah liat.  Solusi utama dalam stabilisasi mekanis adalah pengaturan gradasi tanah dan pemadatan tanah yang hendak dibangun.

2.Penggantian tanah asli

Jika tanah yang hendak dibangun jalan memiliki kondisi yang buruk, maka diperlukan adanya perbaikan gradasi tanah atau penggantian tanah asli.  Sehingga, hal tersebut dapat mempermudah pengerjaan proses pengerasan jalan raya tersebut.  Dalam proses pergantian tanah juga memperhatikan unsur relatif efisien dan beban dana yang akan dibutuhkan selama proses penggantian tanah asli.

3.Stabilisasi kimiawi

Dalam proses stabilisasi kimiawi tanah, metode terpenting yang dilakukan salah satunya adalah menambahkan bahan – bahan kimiawi pada proses stabilisasi tanah tersebut, sehingga dapat merubah sifat – sifat yang bisa mengurangi kuwalitas tanah yang hendak dibangun.  Kondisi tanah yang menjadi perhatian saat ini adalah tanah yang memiliki karakter butiran halus yang mampu menjadi stabilizing agents.

Setelah membaca ketiga metode di atas, meskipun berbeda – beda metodenya, tetapi dapat kita simpukan bahwa tujuan ketiga metode tersebut adalah untuk menjadikan tanah memiliki kuwalitas yang lebih baik untuk dibangun.  Sehingga, proses stabilisasi tanah amat penting sebelum pembangunan.  Untuk menentukan metode mana yang cocok untuk diterapkan dalam suatu tanah yang hendak dibangun, terdapat beberapa faktor yang menentukan hal tersebut.  Ketiga metode di atas memiliki beberapa faktor – faktor yang dalam mempengaruhi proses stabilisasi tanah, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Kualitas bahan lapis pondasi yang terbatas

Kurangnya kuwalitas lapisan pondasi pada tanah akan berdampak pada kuwalitas jalan yang hendak dibangun.  Untuk itu, kandungan plastisitas pada tanah tersebut perlu dikurangi secepatnya dengan cara menggunakan kapur atau semen pada adonan lapisan pondasi tersebut.

2.Pengendalian debu

Dalam proses pembuatan lapisan tanah, pengendalian debu merupakan salah satu proses yang wajib untuk dilakukan.  Hal ini karena pengendalian debu merupakan hal yang terpenting dalam proses stabilisasi tanah.  Karena debu memiliki tekstur butiran yang sangat halus yang dapat menggeser tanah.  Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kuwalitas jalan yang hendak dibangun.

3.Mengendalikan kadar air

Konstruksi tanah memiliki kadar air yang berbeda – beda, sehingga berpengaruh pada ketahanan air dalam tanah tersebut menjadi bervariasi pada musim hujan atau panas. Pentingnya stabilisasi tanah ini diantaranya agar bisa mengendalikan kadar air dalam tanah.

Karena Proses Jasa stabilisasi tanah amat penting sebelum pembangunan jalan.  Untuk itu, baiknya segala macam proses dalam melakukan stabilisasi tanah untuk dipahami secara baik dan diaplikasikan secara tepat dan dalam waktu yang singkat, sehingga proses pengerasan jalan dapat lebih efisien.  Selain itu, hal ini juga diperlukan agar dapat mengurangi hal – hal yang dapat menyebabkan kerusakan jalan raya yang saat ini sangat umum terjadi akibat kurangnya perhatian pada proses stabilisasi tanah.

Silahkan Hubungi Kami untuk berkonsultasi lebih lengkap mengenai Jasa Stabilisasi tanah. Team ahli kami siap mebantu anda dan akan memberikan penawaran yang terbaik.