Berbagai Jenis Waterproofing untuk Rooftop Gedung

Berbagai Jenis Waterproofing untuk Rooftop Gedung

Banyak gedung-gedung tinggi di ibukota yang mudah ditemukan. Gedung-gedung yang menjulang tinggi tersebut biasanya menyuguhkan fasilitas rooftop di mana Anda bisa menjumpai berbagai jenis rooftop restaura, bar, atau bahkan kolam renang sembari menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Namun dibalik gedung yang kokoh itu ada bagian terpenting dari sebuah struktur bangunan yang tidak semua orang bisa pahami. Bagian terpenting dari sebuah gedung adalah beton yang menjadi penopang untuk kekokohan sebuah bangunan. Di bagian tertentu beton harus diletakkan di tempat yang berdekatan dengan saluran air. Sehingga tempat-tempat tersebut mengakibatkan beton-beton bersentuhan langsung dengan air. Tempat-tempat tersebut antara lain seperti kolam renang, tanki air, dak beton, basement, rooftop, dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi hal tersebut, bisa menerapkan teknik dengan menggunakan bahan tambahan yang bisa membuat beton menjadi kedap air.

Teknik tersebut biasa dikenal dengan waterproofing atap / rooftop di gedung, yaitu sebuah prosedur yang diterapkan untuk membuat sebuah objek menjadi kedap atau tahan terhadap air. Gedung-gedung bertingkat yang memiliki rooftop pun wajib menerapkan prosedur ini. Konstruksi gedung bertingkat biasanya menggunakan bahan lapisan waterproof karena selain agar kedap terhadap air, waterproof juga berfungsi untuk menjaga dan melindungi struktur bangunan gedung itu sendiri. Lokasi yang biasa diberi lapisan waterproof adalah atap atau rooftop gedung dan area-area basah lainnya. Sehingga ketika hujan atau terkena air, air tidak bisa merembes ke lantai bawahnya. Apabila area-area tersebut tidak dilindungi dengan waterproof, bangunan gedung akan cepat mengalami kerusakan karena air. Penerapan lapisan waterproof ini bisa sebagai dilakukan secara berkala. Lapisan waterproof sendiri banyak sekali jenisnya dengan kelemahan dan kelebihannya masing-masing, antara lain:

1.Waterproofing Membran

Tipe ini merupakan tipe waterproofing yang pertama kali muncul di pasaran. Penggunaan produk ini bisa berfungsi secara maksimal jika dipasang secara benar. Waterproofing yang satu ini menggunakan membran yang terbuat dari karet. Biasanya digunakan untuk atap-atap beton terutama pada bagian rooftop. Membrane tersebut digunakan sesuai dengan permukaan struktur yang akan dilindungi. Waterproofing membrane hanya bertahan selama 10 hingga 15 tahun jika diaplikasikan pada rooftop gedung sehingga perlu dilakukan penggantian membran secara berkala. Apabila membran hanya diterapkan pada basement, lapisan membran bisa diganti setiap 10 hingga 15 tahun.

2.Waterproofing Integral

Jenis waterproofing atap / rooftop di gedung yang satu ini merupakan inovasi baru. Bentuknya yang cair bisa langsung dicampurkan kedalam bahan beton sehingga mempermudah dan mempersingkat pembangunan. Waterproofing integral memiliki ketebalan setebal beton sehingga bisa menahan air dari berbagai sisi. Merupakan waterproofing yang bersifat permanen sehingga tidak perlu dilakukan penggantian secara berkala. Beton yang dicampur dengan waterproofing integral akan kering jadi kebocaran hanya bisa terjadi jika ada retakan pada beton. Prosedur yang satu ini bisa diterapkan pada area beton pada lantai ataupun dinding yang berdekatan dengan tanah.

3.Waterproofing Coating

Waterproofing atap / rooftop di gedung yang satu ini bisa melindungi rembesan dengan menggunakan bahan polimer yang berbentuk cat sehingga bisa menutupi permukaan struktur yang dilindungi. Bahan waterproofing ini biasa digunakan misalnya pada rooftop yang memiliki kolam renang, untuk perlindungan bak air, tanki air, dan bisa juga dipergunakan untuk melindungi permukaan struktur yang berbahan kayu. Untuk permukaan yang luas dan lebih kuat seperti untuk kolam renang, bahan polimer tersebut bisa digabungkan dengan bahan polyster sehingga bisa diaplikasikan pada permukaan yang akan dilindungi. Karena pengaplikasiannya yang mudah, prosedur ini bisa sebagai dilakukan secara berkala apabila terjadi kebocoran.

4.Flash Band Self-Adhesive

Teknik yang satu ini merupakan teknik untuk mencegah terjadinya rembesan air dengan menggunakan lembaran flash band yang direkatkan pada area-area permukaan struktur yang akan dilindungi. Lembaran flash band ini terdiri dari beberapa lapisan, yang pertama yaitu lembaran karet, lembaran polyster, aluminium foil, dan yang terakhir adalah lapisan cat penutup. Prosedur yang satu ini juga bisa sebagai dilakukan secara berkala jika lembaran flash band sudah tidak bisa menahan air yang masuk. Biasanya diterapkan untuk perlindungan permukaan atap atau rooftop gedung, lantai, beton, dan masih banyak lagi.

               

Segera dibetulkan atap rooftop nya

Comments are closed.

Stop Kebocoran

Atap Bocor ? segera hubungi kami untuk penanganan cepat dan solusi waterproofing system terbaik untuk properti anda.

Injeksi Beton

Waterproofing Injeksi Beton / Grouting menjadi pilihan yang tepat disaat musim hujan. Harus dikerjakan dengan tepat.

Hallo bocor.id , kami ada proyek waterproofing, epoxy lantai dll

Chat di WhatsApp
× Apa yang bisa kami bantu ?