Category: Perbaikan Beton

Metode Perbaikan Beton Untuk Bangunan / Gedung Tinggi

Metode Perbaikan Beton Untuk Bangunan / Gedung Tinggi

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pada saat ini masih saja terdapat bangunan yang mengalami kerusakan struktur maupun non-struktur. Terjadi pada saat masih berada pada masa layanannya maupun pada saat proses pembangunan, dimana biasanya disebabkan oleh faktor dari dalam bangunan itu sendiri maupun faktor eksternalnya. Bentuk dan tingkat kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga paling berat.

Ketika terjadi kerusakan, harus segera difungsikan kembali. Sehingga diperlukan adanya penanganan yang tepat, baik dengan melakukan perbaikan atau cukup penguatan saja. Dalam melakukan  perbaikan beton untuk bangunan / gedung tinggi  perlu memperhatikan kaidah yang berkaitan dengan ukuran struktur dan prosedur pelaksaanan, serta kontrol terhadap kualitas. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang tepat dan mencapai sasaran yang ditetapkan, maka harus melakukan investigasi yang lengkap untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan. Sehingga bisa ditentukan akan menggunakan metode apa dalam menangani kerusakan yang terjadi.

Jenis Kerusakan dan Metode Perbaikan

Sebelum mengetahui metode seperti apa yang digunakan untuk perbaikan beton untuk bangunan atau gedung tinggi, terlebih dahulu anda perlu mengetahui beberapa tipe kecacatan beton yang biasanya terjadi dalam proses kontruksi. Sebab, cara menentukan metode dan bahan perbaikan biasanya sesuai dengan jenis kerusakan yang terjadi, sesuai dengan besar atau luasnya, peralatan yang ada, lingkungan, waktu, dan biaya pelaksanaannya. Berikut ini jenis-jenis kerusakan dan metode perbaikannya.

1.Keretakan

Keretakan terbagi menjadi 2 yaitu retak structure dan non-structure. Keretakan sturuktur biasanya terjadi pada beton yang bertulang, dengan metode perbaikannya menggunakan injeksi (suntikan) material epoxy untuk mengisi dan melekatkan kembali bagian beton yang terpisah. Sementara itu keretakan non-struktur menggunakan metode yang sama namun dengan mencampurkan bahan semen pasta, latex, dan expanding agent atau cukup melakukan sealing menggunakan bahan polymer mortar.

2.Spalling

Metode ini digunakan tergantung pada besar dan kedalaman kerusakan yang terjadi.

a.Patching
Untuk kerusakan yang masih dangkal atau di area yang masih berada di luar selimut beton dan area yang tidak begitu luas (lebar retak <0.3 mm), dapat menggunakan metode patching. Metode ini merupakan perbaikan yang dilakukan secara manual, yakni dengan melakukan penempelan mortar manual. Material yang umumnya digunakan adalah monomer mortar, polymer mortar, dan epoxy mortar.

b.Grouting
Metode ini digunakan pada kerusakan spalling yang melebihi selimut beton (lebar retak >0.3 m), yaitu perbaikan dengan cara melakukan pengecoran menggunakan material non-shrink mortar. Metode grouting bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan pompa. Material yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar adalah epoxy atau semen.

c.Shotcrete
Untuk kerusakan spalling yang terjadi pada daerah yang lebih luas, solusi terbaiknya adalah metode shotcrete (beton tembak. Dalam metode perbaikan beton untuk gedung / bangunan tinggi ini tidak dibutuhkan beksiting lagi seperti yang biasanya dilakukan untuk pengecoran. Pada metode ini umumnya digunakan additive untuk mempercepat proses pengeringan (accelerator), dengan tujuan mempercepat pengerasan dan untuk mengurangi terjadinya banyak material yang terpantul atau jatuh.

3.Beton Tidak Rata (Menggelembung)

Untuk kecacatan pada beton yang permukaannya tidak rata, metode yang digunakan adalah dengan Trimming and Patching. Yaitu dengan melakukan hacking pada permukan beton yang tidak rata tersebut, lalu diratakan dengan melakukan penambalan dan terakhir dengan melakukan curing pada permukaan yang diperbaiki.

Kemudian untuk metode penguatan, hal-hal yang harus diperhatikan sama saja dengan metode perbaikan. Cara yang biasanya dilakukan untuk memperkuat beton diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memperpendek jarak dari struktur dengan menggunakan baja.
  2. Menambah lempengan baja yang digunakan.
  3. Menggunakan FRP (Fibre Reinforced Polymer)
  4. Melakukan eksternal prestressing
  5. Memperbesar dimensi dari konstruksi beton

Perlu diketahui, sebelum melakukan metode perbaikan beton untuk gedung / bangunan tinggi harus melakukan pengecekan terakhir untuk memastikan apakah metode dan bahan yang ditentukan sudah sesuai dengan kondisi lapangan dan dapat dilaksanakan. Sebab jika tidak dilakukan pengecekan kembali, bisa jadi terdapat kesalahan dalam penerapan metode yang bisa membuat beton sangat mudah rapuh.

Stop Kebocoran

Atap Bocor ? segera hubungi kami untuk penanganan cepat dan solusi waterproofing system terbaik untuk properti anda.

Injeksi Beton

Waterproofing Injeksi Beton / Grouting menjadi pilihan yang tepat disaat musim hujan. Harus dikerjakan dengan tepat.

Hallo bocor.id , kami ada proyek waterproofing, epoxy lantai dll

Chat di WhatsApp
× Apa yang bisa kami bantu ?